← Kembali ke blog
Visi

Kenapa Solvo membangun kepercayaan tanpa saling percaya

May 1, 20265 menit baca

Indonesia punya salah satu pasar jasa rumah tangga terbesar di Asia Tenggara, tapi hampir semuanya jalan lewat omongan mulut ke mulut dan grup WhatsApp yang nggak bisa diverifikasi. Kami lihat sendiri teman-teman di Bali dan Jakarta kehilangan Rp 500.000 gara-gara tukang ledeng yang nggak datang, kena tagih dua kali untuk perbaikan AC yang sama, lalu pasrah karena merasa nggak ada yang bisa dilakukan.

Solvo adalah taruhan bahwa jawabannya bukan iklan yang lebih kencang atau review yang lebih banyak. Jawabannya adalah struktur: tukang yang terverifikasi KTP, pembayaran yang ditahan di escrow, PIN 4 digit yang mengunci penyelesaian pekerjaan, dan alur sengketa transparan yang bisa kamu baca dengan bahasa yang gampang.

Kami menyebutnya lapisan kepercayaan tanpa saling percaya. Kamu nggak perlu percaya sama tukangnya, dan tukangnya nggak perlu percaya sama kamu. Kedua belah pihak percaya pada sistemnya — dan sistemnya bisa diaudit, bukan sekadar janji.

Ini tulisan pertama dari serangkaian cerita di mana kami menunjukkan cara kerja kami: gimana escrow benar-benar memindahkan uang, apa yang terjadi saat sengketa dibuka, kenapa kami pilih PIN ketimbang rating bintang sebagai sinyal kepercayaan utama. Kami nggak akan janji ini gampang. Kami janji ini jujur.

Kalau ini terdengar pas buat kamu, pra-daftar untuk peluncuran. Kami buka Bali dulu, lalu Jakarta, lalu seluruh Indonesia.

Artikel lainnya

Kenapa Solvo membangun kepercayaan tanpa saling percaya · Solvo